Mengenal Atap Membrane, Inovasi Atap Paling Mutakhir

Mengenal Atap Membrane, Inovasi Atap Paling Mutakhir

Atap membrane adalah sebuah tipe atap untuk bangunan. Fungsi utamanya adalah agar air meluncur bebas dari permukaan atap. Pada umumnya, atap jenis ini dibuat dari karet sintetis, PVC, atau bitumen termodifikasi. Biasanya atap ini digunakan pada bangunan komersial, namun saat ini sudah banyak rumah penduduk yang menggunakan atap ini.

Apa Saja Jenis-jenisnya?

Karet sintetis (Thermoset)

Membran Karet sintetis

Membran Karet sintetis

Jenis yang ini disusun dari potongan-potongan besar material karet sintetis atau yang serupa. Semua potongan ini disambung satu sama lain untuk membentuk sebuah membrane besar. Biasanya, atap dari karet sintetis ini mempunyai tebal sekitar 0,75 milimeter hingga 1,5 milimeter.

Jenis karet sintetis yang paling sering digunakan adalah EDPM. Jenis yang lain adalah CSPE, CR, dan ECR. Karet sintetis banyak digunakan untuk atap karena kemampuannya untuk menahan efek merusakdari sinar matahari dan bahan kimia yang terdapat pada atap.

BACA:

Membran Termoplastik

Membran Termoplastik

Membran Termoplastik

Bahan ini mirip dengan karet sintetis, tetapi sambungan antar potongannya dipanaskan agar menjadi satu kesatuan. Selain menggunakan panas, potongan dari atap jenis ini juga bisa disambung dengan menggunakan bahan kimia. Bahan yang sejenis dengan termoplastik adalah CPA, CPE, EIP, NBP, PIB, dan TPO.

Membran termoplastik memiliki lapisan pendukung yang memberikan kekuatan dan stabilitas lebih. Pada umumnya, jenis termoplastik yang digunakan adalah PVC (Polivinil Klorida) dan TPO (Termoplastik Poliolefin).

Bitumen Modifikasi

Membran Bitumen Modifikasi

Membran Bitumen Modifikasi

Jenis atap membrane ini adalah evolusi dari atap aspal. Jenis ini dibuat dari aspal, karet yang termodifikasi, dan aneka macam pelarut. Ada beberapa cara menggabungkan potongan material ini. Cara yang pertama yaitu pemanasan. Sambungan antara potongan aspal dipanaskan sampai meleleh sehingga membentuk sambungan yang kuat.

Ada juga cara pemasangan dengan perekat suhu dingin, dan baru-baru ini juga ada membrane aspal yang bisa melekat sendiri. Material ini juga disebut sebagai APP, SBS, atau SEBS.

Apa Saja Keuntungannya?

Sambungan kokoh

Ketiga cara pemasangan di atas menunjukkan bahwa atap jenis membrane punya banyak keuntungan dibandingkan dengan atap aspal dan kerikil yang banyak digunakan sebelumnya. Jika menggunakan atap campuran aspal dan kerikil seperti sebelumnya, banyak ditemukan kendala saat membuat sambungan antara setiap celah.

Kesulitan itu bisa membuat atap bocor sebelum lama digunakan dan membuat pemilik bangunan harus melakukan perbaikan yang lebih banyak. Jika dipasang dengan benar, material baru akan tampak seperti tidak memiliki sambungan, atau sambungannya sekokoh material itu sendiri. Ini menghindari kekhawatiran akan kebocoran yang biasanya ditemukan.

Kemudahan renovasi

Jika memerlukan renovasi, atap dari aspal dan kerikil lebih sulit diatasi karena tidak mudah menentukan dimana lokasi kebocoran yang pasti. Sistem pembuatan atap yang baru, seperti atap membrane, bisa diperbaiki dengan lebih mudah karena semua sambungannya jelas terletak di mana.

Kekurangan yang dimiliki atap aspal yaitu mudah mengalami kerusakan yang disebabkan paparan sinar matahari. Maka dari itu, sebuah lapisan kerikil perlu dibuat di atasnya. Ini juga disebabkan ekspansidan kontraksi yang terjadi karena panas matahari. Kedua, aspal perlu pemberat karena ia tidak menempel langsung pada bangunan.

Tahan cuaca

Setiap jenis atap yang baru mengandung bahan yang bisa bertahan dari ekspansi dan kontraksi, juga bisa memantulkan sinar ultraviolet. Juga karena bahan pembuat atap terbaru ini memiliki sambungan yang kuat, perubahan ukuran tidak akan membuat sambungannya rusak sehingga lebih kecil kemungkinan terjadi kebocoran.

Atap jenis baru juga langsung menempel pada permukaan gedung sehingga tidak memerlukan adanya pemberat tambahan seperti kerikil. Bahkan, cara terbaik memasang atap ini adalah langsung menempelkannya di atas perekat yang sudah dipersiapkan. Karena tidak perlu banyak sambungan, kebocoran bisa dihindari dan atap ini bisa bertahan sampai 20 tahun atau lebih.

Hemat biaya

Jika Anda memilih atap jenis membrane, Anda juga bisa menghemat biaya. Ini adalah jenis material atap paling murah yang bisa Anda temukan di pasaran. Atap ini juga mudah dipasang, jadi tidak selalu diperlukan seorang ahli untuk memasangnya. Jika ingin dan bisa, Anda bisa memasangnya sendiri.

Apa Saja Kelemahannya?

Penampilan

Salah satu kelemahan dari atap jenis ini yang paling Nampak jelas adalah penampilannya. Karena terbuat dari karet, atap ini akan terlihat seperti ditarik. Jika Anda menggunakannya untuk garasi atau tempat lain yang tak banyak terlihat oleh umum, mungkin ini bukan masalah besar. Namun jika digunakan di muka rumah, ini bisa menjadi perusak penampilan rumah secara keseluruhan.

Warna

Warna yang paling banyak ditemukan untuk atap jenis membrane adalah hitam. Warna hitam adalah penyerap panas dan bisa membuat bangunan di bawahnya menjadi panas juga. Tentu saja Anda bisa menemukan warna lain yang lebih terang, tetapi ini akan menambah biaya karena yang berwarna selain hitam biasanya lebih mahal.

Rentan

Atap jenis ini juga rentan sobek jika tertimpa sesuatu. Ranting yang menimpa atap rumah atau pekerja yang memakai sepatu yang salah bisa dengan mudah merusak atap ini. Meskipun jenis atap ini mudah diperbaiki, tentu saja akan ada sedikit air yang berhasil merembes masuk dan ini akan menambah masalah baru. Tentu saja Anda ingin menghindari merembesnya air sebisa mungkin.

Mengapa harus memilih atap jenis ini?

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, tetap saja jenis atap ini merupakan sebuah inovasi baru yang bisa Anda manfaatkan dalam membangun rumah Anda. Juga bisa menghindarkan rumah dari berbagai macam gangguan yang disebabkan cuaca. Biaya yang Anda keluarkan untuk memasang dan menjaga atap ini juga lebih kecil dari atap biasa. Tak diragukan lagi, atap membrane adalah pilihan tepat.

One comment on “Mengenal Atap Membrane, Inovasi Atap Paling Mutakhir

Leave a Reply


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WhatsApp chat